Idul Adha 1440 H, Karyawan RS PKU Muhammadiyah Gombong Berkurban 31 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing

Halaman belakang Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, Kebumen Selasa (13/8) sejak dini hari dipenuhi para karyawan. Mereka bersiap dengan peralatan berupa pisau pemotong daging serta peralatan lain. Pada hari raya Idul Adha 1440 H, keluarga besar RS PKU Muhammadiyah Gombong menyembelih hewan kurban.

Jumlahnya sangat fantastis yakni 31 ekor sapi dan tiga ekor kambing. Hewan kurban yang berasal dari para dokter, pejabat struktural dan pegawai di lingkungan rumah sakit itu disembelih pada hari pertama tasyrik atau sehari setelah Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban pun dilakukan sejak pukul 02.30 dini. Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong dokter H Ibnu Naser Arohimi SAg MMR turun tangan untuk menyembelih hewan kurban tersebut.

Hewan yang telah disembelih itu kemudian dagingnya dipotong-potong secara manual dan mesin khusus. Pemotongan daging kurban melibatkan ratusan karyawan dan warga sekitar serta  tukang jagal profesional. Selanjutnya sekitar 14.000 paket daging kurban itu didistribusikan ke daerah-daerah yang sudah diinventarisir sebelumnya.

“Utamanya daerah-daerah minoritas, lingkungan rumah sakit dan daerah yang terpencil yang kami berikan kepada kepanitiaan setempat,” ujar Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong dokter H Ibnu Naser Arohimi SAg MMR kepada Suara Merdeka di sela-sela pemotongan hewan kurban.

Bagaimana bisa setiap tahun rumah sakit yang dipimpinnya mampu menyembelih hewan kurban sedemikian banyak? Dokter Ibnu menjelaskan bahwa setiap pegawai memiliki tabungan kurban. Mereka menyisihkan di setiap bulan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pejabat struktural yang jumlahnya mencapai 100 orang lebih, rumah sakit memberikan subsidi tunjangan kurban sebesar Rp 1,2 juta/tahun atau  Rp 100.000 / bulan. “Sedangkan kekurangannya, mereka menabung. Dengan demikian angka Rp 3 juta bisa mereka dapatkan untuk menutupi kekurangannya,” tuturnya.

Ada juga, karyawan non struktural menabung di setiap bulan. Besarannya bervariasi yakni Rp 150.000 hingga Rp 200.000 sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kemudian, di bagian SDM memiliki laporan catatan.

Adapula pegawai yang tidak mampu setiap tahun berkurban ada sistem giliran berkurban. Setiap tiga atau empat tahun sekali pegawai mampu berkurban dengan cara bergiliran. “Sistem seperti ini sangat meringankan karyawan untuk melaksanakan kurban,” ujar dokter Ibnu menyebutkan sistem tersebut sudah berjalan sekira lima tahun.

Adapun jumlah hewan kurban setiap meningkat. Tahun sebelumnya yakni 28 ekor sapi yang sama dengan masjid Istiqlal Jakarta. Sedangkan tahun sebelumnya lagi jumlah hewan kurban sebanyak 27 ekor sapi.