PERAWAT RS PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG UPDATE ILMU DAN PRAKTIC BTCLS 5 HARI

Pengetahuan dan skill yang berhubungan dengan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah salah satu prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang perawat, baik yang bekerja di pelayanan kesehatan dalam maupun luar negeri. BTCLS menjadi syarat mutlak bagi setiap  pekerja kesehatan khususnya perawat di berbagai rumah sakit, puskesmas dan perusahaan.

Baru baru ini Perawat RS PKU Muhammadiyah Gombong mengupdate ilmu terkini dan praktik tentang Basic Trauma Cardiac Live Support. Acara dibuka oleh Direktur Penunjang Klinik dokter Panji Aryandaru didampingi oleh Assisten Direktur Keperawatan Darsino, S.Kep.Ns. Hadir dari Smart Emergency Indonesia diwakilkan kepada bapak Imam Subekhi, S.Kep.Ns dan Dadi Santoso, S.Kep.Ns.

Pada pembukaan acara diserahterimakan secara simbolis peserta perawat RS PKU Muhammadiyah Gombong kepada Tim Smart Emergency Indonesia, pertanda semua giat acara peserta sudah menjadi hak mutlak Smart Emergency Indonesia untuk mentraining sampai lulus kegitan tersebut.

Mendatangkan Tim dari Smart Emergency Service Indonesia yang professional dibidangnya dan terakreditasi, Pelatih berjumlah 12 orang baik dokter dan perawat BTLCs dan  Bertempat di Aula Batik RS PKU Muhammadiyah Gombong acara belangsung selama 5 hari, kegiatan dimulai dari 07.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Dokter Panji Aryandaru dalam sambutannya mengatakan, Perawat sebagai garda depan di rumah sakit yang pertama menghadapi pasien, harus mampu menilai dan mengerjakan tugasnya pada saat penanganan pertama, untuk itu semua perawat RS PKU Muhammadiyah Gombong semua harus mempunyai skill dan bersertifikat BTCLS.

Sementara Imam Subekhi, S.Kep.Ns manajer Smart Emergency Indonesia mengatakan hal sama selain itu, keterampilan BTCLS ini harus disiapkan secara baik dan tepat, melalui kegiatan kursus atau pelatihan/program BTCLS yang membantu keterampilan dan pengetahuan tenaga perawat kesehatan dalam menyikapi peristiwa gawat darurat, ujarnya.

Hadir juga pada acara ini Bapak Wardoyo, S.Pd.M.Kes dari Bapelkes Jawa Tengah sebagai kualiti kontrol pada kegiatan, kehadiran saya disini selama dua hari terakhir ini adalah untuk memantau proses pelatihan ini dan melihat langsung proses ujian berlangsung apakah sudah sesuai standard  dan benar-benar dilakukan dengan baik atau tidak, selain itu instansi yang melatih dan dilatih harus sudah terakreditasi oleh Departemen Kesehatan RI, ujar beliau kepada peserta saat akan dilakukan ujian praktik

Ujian evaluasi baik teori maupun praktik dilakukan pada hari terakhir dan seluruh peserta 25 orang, tambah peserta 2 orang yang tidak lulus dari rumah sakit lain pada pelatihan sebelumnya, dinyatakan lulus semua dengan hasil BAIK.