Juara 1 Emergency Medical Team RS PKU Gombong pada Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke 2 Malang

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) gelar Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah. Jambore dilaksanakan 30 November-3 Desember 2017 sebagai usaha Muhammadiyah dalam mengubah paradigma penanggulangan bencana.
RS PKU Muhammadiyah Gombong mengikutertakan 1 timnya yang di pimpin oleh dr. Eva Delsi, SpEM (Spesialis Emergensi Medisin), Spesialias Emergency dengan anggota dr. Fatah Abdul Yasir, dr. Taufiqoh Nur Khaqiqi, Perawat Aprilia Safaroni, Rahmat, Ulul Azmi, Heri Pranoto, Ruswanto dan Driver Medik.
Seteleh mengikuti kegiatan tersebut selama 4 hari Tim DMC-MDMC RS PKU Muhammadiyah dinyatakan oleh Panitia Sebagai Juara 1 untuk lomba EMT/Emergency Medical Team dan Juara 2 Lomba Photo Challenge oleh Perawat Hari Pranoto
Dokter Ibnu Naser Arrohimi,S.Ag.MMR/ Dirut RS PKU Muhammadiyah Gombong menjelaskan, “Semoga Team DMC-MDMC RS PKU Gombong lebih matang dalam mengikuti jambore ke-2 di Malang ini, dan kami siap siaga bertugas dimanapun tempat berada sebagai relawan DMC untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana “, Senin (27/11).
Untuk itu, papar dia, MDMC merealisasikan upaya-upaya pengurangan risiko bencana melalui kegiatan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah di Malang. Kegiatan itu dihadiri relawan dari Sabang sampai Merauke dari unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Ketua MDMC, Budi Setiawan juga hadir dalam acara tersebut, sebanyak 2.000 relawan Muhammadiyah dengan antusias mengikuti berbagai kegiatan. Ada seminar nasional kebencanaan, pameran lomba foto chalenge, gladi penanggulangan bencana, dan kelas penanggulangan risiko bencana.
Selain itu, ada uji kompetensi relawan meliputi Search and Rescue (SAR) medis, cerdas cermat dan psikososial. Budi menilai, serangkaian kegiatan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah kedua di Malang jadi momentum peningkatan kapasitas.
“Serangkaian kegiatan jambore merupakan giat yang positif untuk mematangkan skill bagi relawan Muhammadiyah, sehingga pada saat penanggulangan bencana sudah memiliki kapasitas untuk menolong masyarakat terdampak bencana,” ujar Ibnu
Ia menambahkan, semangat relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana harus diimbangi dengan kapasitasnya dalam penanggulangan bencana. Sehingga, upaya-upaya pengurangan risiko bencana dapat tercapai secara maksimal. (supriyadi.amk)