RS PKU Muhammadiyah Gombong Kirim Tim Medis ke Bangladesh untuk Bantu Pengungsi Rohingya

Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah mengirimkan tim medis untuk misi kemanusiaan ke Bangladesh. Tim medis yang terdiri atas dua dokter dan dua perawat serta satu perawat anestesi dikirim untuk membantu pengungsi muslim Rohingya.

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gombong, dokter Ibnu Naser Arrohimi menjelaskan, misi pertama tim akan bertugas selama 14 hari. Misi ini diketuai dokter Eva Delsi SpEM (spesialis emergensi), dokter Fatah Abdul Yazir, Sudarmanto SKep Ners, Rino Triprajoko SKep Ners, dan Sudiono (perawat anestesi). Sebelum bertolak ke Bangladesh, tim berangkat ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta untuk bergabung dengan tim dari RS PKU Muhammadiyah Lamongan, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta serta dari tim MDMC/Muhammadiyah Disaster Management Center itu sendiri yang berjumlah 11 orang.

Dokter Ibnu menambahkan, pihaknya mendapatkan tugas dari persyarikatan Muhammadiyah untuk menyelenggarakan misi kemanusiaan dengan mengirim tim medis untuk membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh. Dia berharap, tim medis bisa menjalankan misi dengan baik karena membawa nama baik persyarikan Muhammadiyah dan RS PKU Muhammadiyah Gombong.

“Dengan mengirimkan tim medis, harapannya semoga ini bisa menjadi sungbangsih kepedulian PKU Gombong beserta seluruh pegawainya serta warga Muhammadiyah
seluruhnya. Keprihatinan ini kami titipkan kepada mereka untuk membantu mengatasi beban penderitaan pengungsi Rohingya,” ujar dokter Ibnu Naser, saat pelepasan tim, Kamis (21/9).

Himpun Dana

Pihaknya juga menghimpun dana dari pegawai RS PKU Gombong sejumlah Rp 64,05 juta dan menyalurkannya melalui LazizMu Kebumen. Secara simbolis dana tunai yang dibungkus amplop coklat itu diserahkan dokter Ibnu kepada Mundzir Hasan dari LazizMu Kebumen. Mundzir Hasan menegaskan, sampai dengan saat ini dana terkumpul ke
LazizMu Kebumen hampir Rp 4 miliar kurang 31 juta. Ada pun PKU Muhammadiyah Gombong sebagai penyumbang terbesar.

Dana dihimpun dari warga Muhammadiyah, simpatisan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), bahkan bergerak dari pintu ke pintu, dan SMK Muhammadiyah Kebumen bergerak tiga hari salah satu tempatnya di lampu merah dapat menghimpun lebih dari Rp 20 juta.

“Ini adalah kegiatan yang sangat baik dan semoga dapat menginspirasi kepada AUM yang lain untuk lebih peduli,” tutur Mundzir. (Supriyadi,AMK-Reporters)